Dua Minggu di Lawu Selatan

On August 29, 2010, in Curhatan tidak bermutu, by Admin

Judul serius bukan berarti isinya serius seratus per sen (murah kan??). Akhirnya, gue harus kembali, menjalani kehidupan, kehidupan di kota Jabodetabek yang membuat gue tambah HITAM. Dua pekan di Lawu Selatan, selama itu pula gue pulang di rumah gue tercinta. Ya, memanfaatkan liburan untuk berbagi dengan keluarga, ayah, bunda, dan seseorang yang sudah kembali … haghaghag …

Dua minggu, berarti 14 hari, dan tepatnya 14 hari lebih dua hari, gue ada dirumah. Yap, merefresh diri di kampung halaman yang damai dan hijau. Gak kaya kosan gue di Jkt, panas dan berasap.

Tinggal dirumah, bersama keluarga, pasti menyenangkan. Bukankah begitu? Ya, karena itulah, mari kita berbagi pengalaman agar kita tidak memendam kisah, memendam kehidupan, yang sebenarnya BAHAGIA, gue kangen banget ama kampung halaman …

Hah … apa daya, nasib memang berputar. Kadang di atas, kadang dibawah, kadang di kanan, dan kadang di kiri, kadang di selatan, kadang di utara, tapi, KITA MASIH TETAP DI ATAS, DIATAS TANAH, karena dibawah tanah adalah ujung kehidupan kita … (belum siap).

Selama dua minggu gue dirumah, gue lumayan bisa mengencerkan otak gue yang sempet membatu dengan istilah ILMU HIDUP, SIRKULASI DARAH, dan hal-hal bermanfaat.

Meski perjalanan pulang ke rumah dihiasi dengan SOPIR BUS TAKUT TIKUS, gue bahagia, gue gembira … (tapi gue BUKAN anak gembala).

Setidaknya ada beberapa peristiwa yang membuat gue berkesan, dan gue harap kalian jangan.

1. Dengerin lagunya Koes Plus

Ini adalah lagu kegemaran gue, lagu yang menurut gue memiliki nilai klasikisme yang tinggi. Gak kayak musik sekarang, yang notabene LEBAY dan TIDAK BERKARAKTER. Semua Band menyanyikan lagu yang sejenis, bisa dibilang gak ada variasinya, kalo pacaran kayak laki-laki ama laki-laki (naudzubillah …).

Dengan lagu favorit gue yang berjudul, Oh Kasihan … hampir 4 hari terakhir gue dirumah, gue selalu menyempatkan untuk mendengar lagu beliau-beliau.

”Sendirian, tiada lagi kasih sayang” dan disahut … SALAHE RA NDE BOJO … (jawa: siapa suruh gak punya istri).

Gue Banget …

2. Bisa melupaka kisah lama

Old story gue, old story ane, dan cerita lama, sudah saatnya untuk dilupakan. Gue siap memulai kehidupan baru, kehidupan yang berbeda, GUE BOLEH KALAH BULAN RAMADHAN KALI INI, tapi GUE GAK BOLEH KALAH DISISA WAKTU YANG AKAN DATANG.

Cerita lama gue adalah dengan seorang, yang, kukenal, dan mungkin kalian gak kenal. Jadi, gak usah diceritain, kasihan kalo dia terkenal. Semua menjadi masa lalu, sejarah, mungkin akan muncul dalam MATA PELAJARAN SEJARAH, sebuah mata pelajaran yang paling bikin gue bingung, bikin gue males belajar, dan yang pasti kriminalitas terbesar di sekolah, yaitu BOLOS.

Cerita lama gue dengan seorang, yang kukenal, yang dulu, pernah matahin gue (hati gue: huahaha … NGARANG ABIS …), dan yang pasti, gue dan dia udah berbeda. Karena dia ama gue emang 2 orang, jadi ya beda. Asalkan Bhinneka Tunggal Ika, gue tetep bangga Indonesia!!

3. Gue gemuk dan tambah HITAM

Jangan kaget, jangan heran, kalo saat balik ke kota, gue keliatan kayak anak gajah kerdil yang disengat lebah dan hangus terbakar BANDUNG LAUTAN API, dan setelah itu terbenam di BANDUNG LAUTAN SAMPAH.

Badan gue, udah kayak kena infeksi OLI dan melepuh kayak digigit nyamuk AIDS AI SEPTI. Dua minggu, dirumah yang ternyata kalo siang kari tak kalah panas dengan kota Metropolutan, dan kalo malam dinginnya gak kalah sama ES KULKAS yang dimasukkan dalam KULKAS dan masuk dalam nitrogen cair.

4. Kemenangan ke-300 Game SPIDER SOLITAIRE

Ini dia, prestasi yang gue bangun bersama teman-teman. Gue ingin menjadi salah satu orang yang loyal dengan game asli dari komputer, yaitu SPIDER SOLITAIRE. Gue kira game ini lebih mengasah otak, daripada game-game lainnya.

Daripada gue main COUNTER STRIKE, yang bisa melatih kejahatan, FOOTBALL MANAGER, yang konon bisa bikin seseorang jadi bos, tapi Cuma NGGEDOBOS alias NGIBUL.

Tapi, bukan berarti gue udah master dalam SPIDER SOLITAIRE, rekor gue masih kalah … paling banyak gue cuman bisa paling sedikit 110 gerakan untuk memenangkan level normal. Sedangkan salah satu temen tertua gue, dia bisa memecahkan game ini dalam gerakan 105 kali pada level normal. Dan, total kemenaangan level normal di komputer gue adalah 300 berbanding 2537 kekalahan … betapa bodohnya!!!

spider solitaire

gue keran

5. Mempersiapkan HTS

Ini dia, gebleknya gue, udah tahu yang namanya PACARAN, itu dilarang, nekat aja ngurusin yang satu ini (biarin, emang gue pikirin). Bersiap untuk HTS yang LDR. Hahaha …

6. Menyelesaikan Drama PRISON BREAK

Ini dia, meski pasti dan yakin kalau gue dapat pilemnya yang bajakan. Apalah daya, gue habiskan prison break dalam jangka sekitar kurang dari 2 minggu. Ya, meskipun tidak semua jalan ceritanya gue dalamin, paling gak gue sempet menyaksikan bagaimana seorang Michael Scofield (Gue versi Amerika), menerjang berbagai penjara, termasuk Sona, yang terkenal dengan Mr Patron, dan Theodoro, yang terkenal dengan pembunuh berdarah manusia.

Meski deg degan sepanjang cerita, gue bisa enjoy, dan cukup terkesan dengan kreativitas yang ada pada film ini. Dan yang pasti, gue belajar melarikan diri dari penjara, sekaligus bisa mencegah PELARIAN PARA NARAPIDANA. Woyo woyo …

7. Mengeluarkan Mobil dari Jebakan Lumpur Jalan Tanah

Kebiasaan seorang pemburu kijang, babi hutan, dan kawanan hewan lainnya, adalah membawa kendaraan brupa JIP yang sangat besar ke hutan. Tapi, alangkah sialnya ketika menyaksikan keadaan JIP yang hampir terbalik gara-gara RODA TAK BERPUTAR, dan meluncur kaya anak kecil yang main ”plorotan” alias seluncur di tebing.

8. Yang pasti, BUKA dan SAHUR di rumah

Ini dia kenikmatan tersendiri bagi seorang PERANTAU TANPA HASIL kaya gue. Ya, meski cuman setahun sekali atau paling banyak dua kali pulang, akhirnya gue bisa berbuka puasa dan juga sahur bersama dengan ayah dan ibunda gue. Hahaha …

Yang pasti, buka puasa dirumah berbeda, selain bisa bercanda dengan ibunda dan ayah gue, yang pasti …

PORSI GUE JADI EKSTRA!!

Beda kalo lagi di kosan, hidup segan makan pun segan, (soalnya emang gak ada duit). Dan, berbuka puasa bersama beliau berdua, serasa sudah segalanya, yang pasti lebih enak daripada ngerjain laporan, dan tugas yang seperti meriam Belanda.

Bahkan, porsi ganda tidak lah cukup, kadang bisa sampai hampir 3 porsi biasa. Hebat kan!! Lihat saja, apakah proyek GENDUTISASI gue berhasil atau tidak.

Dan, mungkin inilah kesan dan pesan yang gue dapatkan selama gue berada dirumah selama dua minggu di Lawu Selatan, yang konon kata orang adalah Atlantis yang Hilang. Masih perlu dibuktikan, masih perlu divalidasi, dan masih perlu sebuah penelitian dalam rangka membuktikan, kalau Lawu Selatan, adalah Atlantis yang hilang.

 

Pertama Kali Kuliah Mikrobiologi Langsung Diare

On September 1, 2010, in Kisah lama, by Admin

Sesuatu yang memalukan, sekaligus berkesan, dan menjijikkan, yaitu DIARE. Entah apakah kata-kata dosen kemarin yang ngatain kalo janjian terus gak mau kasih aja bakteri x, agar yang kita kasih kena diare.

Tapi, GUE GAK JANJIAN ama siapa-siapa, gue gak ketemuan atau makan bareng siapa, tapi … GUE DIARE …

Memang konon kuliah yang satu ini adalah KULIAH PALING MISTIS di tempat gue. Entah kata-kata dosennya yang ngefek banget ama muridnya atau emang muridnya aja yang udah TREMOR sebelum kuliah terjadi. Entah apa itu, tapi yang pasti

KULIAH PERTAMA GUE DIHIADI DENGAN KEDATANGAN SALAH SATU OBJEK BELAJAR GUE, BAKTERI PEMICU DIARE!!!

Pulang kuliah masih lancar, tapi ketika malam harinya kok terasa aneh, rasa kantuk yang luar biasa. Bahkan sampe pagi, ampe-ampe gue bangun Shubuh jam 5.58 (jangan ditiru).

Dan, sekitar pukul 6.30 perut gue serasa mau meledak. Bergejolak seperti gunung meletus yang sudah mengeluarkan lava pijar. Mungkin bedanya, kawah gunung berapi menghadap ke atas, sedangkan kawah perut gue NGADEP KE BAWAH.

Buru-buru gue ke WC, dan melakukan aksi pelucutan. Akhirnya, gue berpose untuk meledakkan isi perut gue yang sidah berguncang. Dan akhirnya …

ZUERRRR … HA!!

GUE DIAREEEE …. !!!!!!!

Mungkin kalau dibandingkan dengan kekuatan gempa diberbagai tempat, kekuatannya berada pada skala 8 SR. Bahkan, sangat berpotensi tsunami, karena menimbulkan arus air liur yang besar, gue seakan mau muntah. Mungkin aa bakteri-bakteri disaluran pencernaan gue tahu, dan mereka pada naek ke mata (jadinya kantuk), agar terhindar dari tsunami yang sering melanda lorong pencernaan gue.

Fenomena ini sebenarnya masih dalam tahap dugaan. Oleh karena itu, gue akan menginvestigasi temen-temen gue, apakah ada juga yang kena diare gara-gara kuliah pertama mikrobiologi. Ataukah, karena portingan gue sebelumnya … yaitu melihat dia  … jadi gue shock dan DIARE.